Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati pada akhir Tahun Anggaran 2021 ini melaksanakan kegiatan review Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR)

LENGKONG, 25 NOVEMBER 2021.

 

lengkong-batangan.desa.id– Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati pada Tahun Anggaran 2021 ini melaksanakan kegiatan review tentang Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Pada review Tahun  mengevaluasi Program Tahun 2021 yang yang sudah dilaksanakan maupun yg belum dilaksanakan akibat refokushing. Review diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya terlebih dahulu.

 

Menyanykan lagu Indonesia Raya sebelum rapat review dimulai

 

 

Dalam review tahun juga validasi luas  lahan garam rakyat yang dimanfaatkan sekaligus produksi garam. Desa Lengkong yang termasuk daerah pugar ikut dalam review yang termasuk desa yang kena refokushing jalan produksi dan  pembangunan Gudang Garam Rakyat(GGR) yang semestinya tahun 2021 mendapatkan bantuan jalan produksi dan GGR, namun bagaimana lagi karena Covid-19 ini tidak jadi mendapatkan bantuan. Desa Lengkong salah satu daerah Pugar yang sangat potesial, luas 270,22 ha yang 170 ha nya adalah wilayah tambak garam ini merupakan daerah yang sangat luas.

 

Pembukaan dengan sambutan Kepala Dinas Kelautan dan Perikan Kabupaten Pati Ir. Edy Martanto, MM

 

Namun yang menjadi kendala adalah jalan produksi yang belum seimbang dan masih tanah yang musim penghujan tidak dapat dilalui Petani untuk menjual hasil panennya karena jalan masih tanah dan kena hujan tidak dapat dilalui . Hal ini yang disesalkan oleh petani dengan adanya refokushing ini. Temasuk bantuan gudang sudah disurve, di ukur dan sudah di setujui oleh Dinas Kelautan dan Perikanan ternyata gagal tidak jadi mendapatkan bantuan sedangkan petani yang akan mendapatkan bantuan yang bernama M Hendro hasil  panen garamnya tidak dijual  dengan harapan harga nya bisa naik.

 

Review dilanjutkan Bpk  ARI WIBOWO selaku Kasi Pugar

 

Hasil panen garam yang petani akan mendapatkan bantuan ditaruh diatas pematang tanpa alas dan tutup dengan maksud akan mendapatkan bantuan gudang garam. Hal ini disampaikan oleh seorang petani yang bernama M Hendro ai mengatan sangat kecewa karena gudang yang saya harapkan mendapat bantuan ternyata gagal tidak mendapatkan bantuan. Dia berharap tahun 2022  nantinya ada program bantuan gudang garam rakyat lagi sehungga saya mendapat bantuan. Sangat kasihan pada musim penghujan garam kena hujan akan hancur paling tidak akan menyusut beratnya sehingga akan rugi.

 

 

 

 

 

legimanmuhlis@gmail.com

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan