Pemerintah Desa Lengkong melaksanakan kegiatan lelang bengkok desa setiap bulan Juni untuk kegiatan bersih desaa

LENGKONG, 5 MEI 2021.

 

 

lengkong-batangan.desa.id- Pada permulaan bulan Juni setiap Tahun Pemerintah Desa Lengkong melaksanakan kegiatan rutin lelang bengkok Desa, yang hasil dari lelang itu nantinya untuk kegiatan bersih Desa yang dilaksanakan secara turun menurun setiap tahunnya. Kegiatan lelang dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua BPD beserta anggota, Ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat.

Rapat Kegiatan lelang bengkok desa dibuka oleh kepala desa Lengkong bapak Yashadi. Ama. Pd

 

Lelang berjalan dengan baik walaupun masih dalam keadaan pandemi Covid-19 yang belum usai. Kegiatan lelang diawali pembukaan oleh Kepala Desa Lengkong bapak Yashadi, Ama. Pd beliau mengatakan” lelang tahun ini tidak seperti tahun-tahun yang lalu, dikarenakan suasana Covid-19 yang belum selesai segala kehidupan terdampak adanya Virus Corona ini, oleh sebab itu kita harus menyadari dan juga harus hati-hati kita harus mengikuti protokol kesehatan yang telah diterapkan oleh Pemerintah agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Dan perokonomian masyarakat yang masih lesu belum pulih oleh sebab itu peserta lelang tahun ini tidak sesemarak 2 tahun yang lalu.

Pelaksanaan lelang dipimpin ketua BPD bapak Ali dengan mengawali pembacaan harga dasar lelang

 

Kegiatan masyarakat yang masih belum normal penghasilan masyarakat yang masih belum mudah didapatkan dan  mencari pekejaan pun belum mudah didapat. Dan Kepala Desa berpesan agar lelang pada bulan ini jangan terlalu tinggi harga dasarnya biar ada masyarakat  yang mau ikut lelang dan nantinya tidak merasa dirugikan disuasana pandemi Covid ini.

 

Para pesrta lelang sangat berhati-hati dalam menawar harga lelang

 

Lelang dipimpin oleh ketua BPD bapak Ali mengawali pembicaraan lelang dengan menentukan harga dasar lelang. Karena bengkok desa terdiri 2 tambak yang akan dilelangkan maka harga dasar tambak yang pertama dipathok harga Rp 20.000.000; dan tambak yang kedua dipathok dengan harga Rp 7.500.000;. Dengan harga pathokan sebesar itu,  dirasa oleh masyarakat yang mau lelang agaknya terlalu tinggi, maka harga dasar lelang diturunkan.

 

Dengan keepakatan bersama lelang dimenangkan bapak Ahmad Maulud dengan harga Rp 16.7500.000 untuk tambak pertama sedangkan tambak kedua lelang tidak ada kata sepakat maka ditunda

 

Kegiatan lelang sangat alot dan hampir tidak ada titik temu, namun seiring berjalannya waktu didalam lelang akhirnya adanya titik temu antara desa dan masyarakat yang mau lelang dan akhirnya lelang dimenangkan petani yang bernama bapa Ahmad Maulud tambak yang pertama dengan harga Rp 16.7500.000; dan tambak yang kedua tidak adanya titik temu karena penawar kedua bapak Supodo tidak berani menawar biarpun harga dasar sudah diturunkan. dan akhirnya untuk tambak yang kedua ini ditunda sampai 10 hari kedepan untuk diadakan lelang ulang.

 

 

 

 

legimanmuhlis@gmail.com

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan