Petani Garam Desa Lengkong Kecamatan Batangan Mulai Memanen di Tambak Garam Rakyat

LENGKONG, 20 MEI 2021.

 

lengkong-batangan.desa.id- Pada bulan Mei awal Tahun ini para petani tambak garam di Desa Lengkong sebagian sudah ada yang panen garam dan sebagian juga belum panen, hal ini disebabkan karena masih dipakai untuk memlihara ikan bandeng, kebanyakan tambak di Desa Lengkong selain di pakai untuk memelihara ikan juga untuk membuat garam di musim kemarau.

 

Petani garam mulai bulan ini sudah ada yang panen garam lagi

 

 

 

Karena peliharaan ikan ada yang belum besar, sehingg para petani membesarkan ikannya terlebih dahulu. Hal inilah yang menyebabkan para petani garam panen garamnya tidak bersamaan. Dan sebagian ada yang baru memulai pengerjaan lahannya sehingga perlu waktu yang agak lama untuk panen garam. Hal yang menjadi keprihatinan para petani saat ini adanya isu inport garam dari luar negeri sehingga menurunkan semangat para petani untuk membuat garam.

Dimeja garam para petani memanen garamnya yang baru jadi garam

 

 

 

Karena garam hasil panen tahun lalu saja belum terjual sudah ada isu inport garam, hal inilah yang termasuk menjadikan para tengkulak memainkan harga garam di tingkat petani. Ditingkat petani harga garam kering kwalitas baik Rp450;-Rp 500;/kg, sedangkan kwalitas sedang Rp 400;/kg. Tetapi garam yang basah blum ada yang mau membeli. Para tengkulak alasan belum membeli karena garam yang basah/baru susutannya terlalu tinggi sehingga banyak kerugian.

 

Para petani mengangkut garam dengan memakai angkong /gerobak dorong dari meja garam.

 

 

 

Harga segini para petani  mengatakan tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarga, karena tidak setiap hari para petani memanen garamnya sehingga harus mencari pinjaman untuk mencukupi kebutuhan keluarga setiap harinya. Apalagi saat ini banyak tengkulak tidak mau membeli garam panen tahun lalu dengan alasan ada kekawatiran mengalami kerugian yang sangat besar apabila Pemerintah mengimport garam dari luar Negeri.

 

 

mulai jadi garam dimeja garam pakai alas geomembran/geoisolator

 

Saat ini para petani banyak yang menunggu antrian menjual garamnya hasil panen tahun lalu, sedangkan kemarau sudah datang lagi. Harapan para petani garam meminta supaya Pemerintah memperhatikan nasib para petani garam, agar Pemerintah menetapkan Harga Eceran Tetringgi (HET) garam rakyat di pasaran yang layak sehingga petani yang susah payah banting tulang kepanasan membuat garam ini hendak dihargai.

 

mengangkut garam juga pakai obrok terbuat dari anyaman bambu

 

 

 

 

 

legimanmuhlis@gmail.com

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan