Pelaksanaan Rapid Tes Di Lingkungan Pondok Pesantren Putri Mambaul Husna Desa Lengkong

Lengkong, 18 November 2020.

 

Pelaksanaan Rapid test Di Lingkungan Pondok Pesantren Putri Mambaul Husna Desa Lengkong

Rapid test dimulai dari Ustad dan Ustadah

lengkong-batangan.desa.id– Di Pondok Pesantren Mambaul Husna Pondok Pesantren Putri hari ini tanggal 18 November 2020 diadakan rapid tes kepada seluruh santriwati yang ada dipondok tersebut. Hal ini dilakukan akibat adanya santriwati terindikasi positif Covid-19 setelah dilakukan swab test minggu kemarin.

 

Para santriwati menunggu gilian di rapid

Dari  hasil swab test minggu kemarin ada 1 santriwati yang dinyatakan positif Covid-19,  oleh sebab itu pada hari ini Dinas Kesehatan dalam hal ini Puskesma Batangan melaksanakan Rapit test untuk semua santriwati di pondok Mambaul Husna di Desa Lengkong lokasi RT 03 RW 02,  agar dapat mengantisipasi santri yang pasitif atau yang negatif dan  dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

 

Santriwati rapid di tungguhi Kepala Desa Lengkong dan petugas Puskesmas

Semua santriwati di rapid untuk mengetahui santri terindikasi  positif atau negatif, jika ada yang terindikasi positif langsung diadakan swab di Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. Rapid dimulai dari Ustad dan ustadah kemudian dilanjutkan semua para santriwati.

 

Santriwati dengan sabar mennggu giliran diambil darahnya

Dalam rapid tes para santriwati  ini di hadiri Petugas Puskesmas Batangan, Kepala Desa Lengkong bapak Yashadi, Ama. Pd dan  beserta Perangkat Desanya. Dalam Rapid test ini ada  pengawalan Babinsa Desa Lengkong Serda Edy Susanto yang selalu hadir dalam kegiatan apa saja yang ada di Desa Lengkong.

 

para ustad dan ustadah dimbil darahnya

Rapid test adalah metode pemeriksaan /test secara cepat didapatkan hasilnya. Pemeriksaan ini menggunakan catridge  untuk melihat adanya antibodi yang  ada dalam tubuh kita ada infeksi virus. Tes ini dijalankan dalam rangka menyaring pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan(ODP) dengan mengambil sampel darah dari kapiler( jari) atau vena. Rapid tes juga sering disebut tes serologis. Dalam hal diagnosis covid-19, akurasi rapid bisa mencapai 90%. Dalam Rapid test ini di ikuti sejumlah 92 santriwati pondok Mambaul Husna.

Apa Itu Rapid Test?

Rapid test yang banyak beredar saat ini adalah metode untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun, perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

 

Selain rapid test untuk antibodi, baru-baru ini juga dibuat rapid test untuk mendeteksi antigen atau protein yang membentuk badan virus penyebab COVID-19 atau SARS-CoV-2.

Metode rapid test ini memang lebih akurat dari rapid test antibodi. Namun, tes ini hanya akurat untuk pasien dengan jumlah virus yang tinggi di tubuhnya. Sementara untuk orang yang belum diketahui statusnya, keakuratannya cukup rendah, yaitu hanya 30%. Jadi, penggunaan tes ini untuk diagnosis awal sangat tidak disarankan.

Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini.

Prosedur dan Interpretasi Hasil Rapid Test

Prosedur pemeriksaan rapid test antibodi dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

Hasil rapid test positif menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test negatif, karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona.

Sementara untuk rapid test antigen, pemeriksaannya cukup berbeda. Sampel yang digunakan untuk pemeriksaan tes ini adalah hasil swab hidung dan tenggorokan atau bisa juga air liur. Tes ini dapat mendeteksi ada atau tidaknya antigen virus penyebab COVID-19 dalam waktu 15 menit.

Bila hasil rapid test antigen negatif, Anda tetap harus menjalani isolasi mandiri, apalagi jika mengalami gejala saluran pernapasan. Sementara bila hasilnya positif, masih ada kemungkinan bahwa antigen tidak berasal dari virus penyebab COVID-19.

Oleh karena itu, baik menggunakan rapid test antibodi maupun antigen, perlu dilakukan pengambilan swab untuk tes PCR guna memastikan apakah benar terdapat infeksi SARS-CoV-2. Sebelum melakukan tes PCR atau selama menunggu hasilnya, Anda harus menjalani isolasi mandiri di rumah minimal 14 hari.

Selama isolasi, hindari berpergian dan kontak dengan orang lain yang tinggal serumah, sambil menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan memakai masker saat harus berinteraksi dengan orang lain.

 

 

legimanmuhlis@sideka.id

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan