Hari Ke-4 Pemancangan Alat Pemecah Ombak Kelompok Tani Alam Lestari

Lengkong, 24 Oktober 2020.

Hari ke-4 Pemasangan Alat Pemecah Ombak (APO ) Kelompok Tani Mangrove Alam Lestari Desa Lengkong Batangan.

 

 

Lengkong, Sabtu 24 Oktober 2020

lengkong-batangan.desa.id-Dengan bergotng royang Kelompok Tani Alam Lestari ini bekerja, agar pakerjaan yang berat pun dapat diatasi dengan mudah, mereka saling bantu membantu untuk menghasilkan pekerjaan yang baik dan  tunggak yang ditanam ketanah ditancapkan sangat dalam agar kuat,  walaupun kena hempasan ombak yang kencang pun tidak mudah roboh, sebab hari ini sampai hari-hari  kedepan dalam  seminggu ini dalamprakiraan cuaca BMKG cuaca masih extrim.  Sehingga kita juga harus waspada dalam memasang APO ini.

 

Baru terpasang sebagian, bambu dan ban  bekas yang lain belum selesai.
Dipasang serumpun atau berkelompok
Baru mencapai sekitar 100 meter

lengkong-batangan.desa.id – Kelompok Tani Mangrove Alam Lestari Desa Lengkong memasuki hari ke-4 pemasangan APO di wilayah pesisir  Desa Lengkong Batangan. Dengan semangat bekerja  memasang bambu dan ban bekas para pekerja padat karya tanpa henti. Mereka berpendapat bahwa membangun ini  manfaatnya untuk anak cucu kita nantinya kalau sudah  menjadi hutan bakau.

Kalau hari ini sampai besuk kita masih di beri umur panjang kita masih bisa merasakan manfaatnya, tetapi andaikan sudah meninggal biar anak cucu kita yang merasakan manfaat  dari pembuatan APO dan  penanaman  pohon mangrove nantinya.

Dari semboyan kata-kata tadi mereka bersemangat supaya bahan APO  cepat terselesaikan. Dan bisa segera dapat ditanami pohon bakau jenis avicennia yang cocok di wilayah Desa Lengkong karena mudah tumbuh dan akarnya yang lebat.

Ditata dengan baik bahan APO ini agar kelihatan rapi

Dengan di buatnya alat pemecah ombak ini harapannya ombak tidak langsung menghantam tanaman mangrove tetapi paling tidak bisa menghambat laju ombak yang kencang. Hari ini Sabtu tanggal 24 Oktober 2020 meginjak  hari ke-4 karena terhalang cuaca hujan yang deras dan angin yang kencang pekerjaan berhenti 2 hari inilah termasuk gendala yang dihadapi oleh para pekerja padat karya.

 

 

 

legimanmuhlis@sideka.id

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan