Padat Karya Mangrove Memasuki Hari Ke-2 Kelompok Tani Alam Lestari Desa Lengkong Batangan

Lengkong, 18 Oktober 2020.

Padat Karya Mangrove Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2020 di Desa Lengkong.

Ada yang membawa bambu banyak dan ada yang sedikit menurut keuatan masing-masing personil

Di Desa Lengkong ada kegiatan kelompok Tani Alam Lestari yang menangani kegiatan Mangrove yang telah memasuki Hari ke-2. Pada hari ke-2 ini, kegiatan semua anggota kelompok Alam Lestari mengangkut bambu tunggak untuk dibawa ke pesisir pantai dimana  lokasi yang mau dipasang Alat Penahan Ombak (APO).  Mereka sangat lincah menuju lokasi dengan naik motor, sebab medan jalan yang dilalui sangat sulit. Mereka dapat melaluinya meskipun mereka membawa bambu yang berat.

Dengan menggunakan motor roda dua mereka memboncengkannya.  Dengan semangat kebersamaan, mereka tidak merasakan kelelahan mengangkut bambu yang panjangnya 2,5 m- 3 m lebih dan diboncengkan dengan sepada motor yang ditaruh  belakang.  Mereka bersepakat upahnya Rp 100.000 per HOK (Hari Orang Kerja). 1 HOK  bekerja hanya 4 jam, dimulai jam 07.00- 11.00 WIB. Jam 11 sudah selesai. Upah  yang diterima lewat rekening anggota dan warga masing-masing di  Bank BRI. Mereka semua berharap alat penahan ombak supaya segera jadi dan pesisir segera dapat ditanami tanaman mangrove.

 

Saling membantu mengangkat bambu sebagai pathok

Pada hari ke-2 ini mereka sepakat akan menyelesaikan mengangkut bambu tunggak yang nantinya dipakai sebagai pathok alat pemancang ban bekas. Pengangkutan barang-barang ini diangkut  dua  kali karena medan yang berat dan sangat sempit, kalau tidak lincah mengendarai motor sekaligus membawa muatan berat maka tidak akan  dapat sampai ke lokasi yang mau dipasang alat penahan ombak. Karena sulitnya medan  inilah yang perlu membutuhkan  biaya yang sangat besar dan tenaga kerja yang banyak pula.

 

 

 

legimanmuhlis@sideka.id

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan