Garam Rakyat Melimpah Kendati Harga Garam Belum Beranjak Naik

Lengkong, 18 Oktober 2020

Garam Rakyat Melimpah Kendati Harga Garam Belum Beranjak Naik.

Kegiatan warga Desa Lengkong sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani, baik petani tambak maupun petani sawah. Namun pada saat musim kemarau seperti ini sebagian besar petani sawahpun juga ikut membuat menjadi petani garam. Kerena pada saat tertentu jika harga garam membaik maka hasil panen garam sangat menjanjikan yang dapat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari bahkan lebih dari cukup.

Namun harga garam yang saat ini anjlok , maka seakan-akan tidak ada harapan. Musim kemarau  ini banyak dikeluhkan para petani garam dan juga para pedagang garam yang punya stok banyak yang belum terjual. Di gudang-gudang petani garam sudah penuh garam hasil panen kemarau tahun lalu  yang belum terjual sampai sekarang.

Harapan para petani dan pengusaha garam agar Pemerintah Pusat secepatnya menetapkan  Harga Eceran Tertinggi (HET) Garam agar petani dapat menjual hasil panennya  dengan harga yang baik, yang dapat memenuhi dengan kebutuhan sehari-hari yang semakin sulit bagi warga desa yang hanya mengandalkan pekerjaan sebagai petani.

 

Keluhan ini disampaikan pedagang garam bernama Pardi mengatakan harga garam anjlok. Semua pedagang garam juga mengeluh karena harga jual garam dipasar lama stabilnya.  Banyak pedagang yang menginap karena perjalanan jauh sementara garam belum bisa terjual. Mereka akan pulang sampai barang dagangannya habis terjual. Sekarang banyak timbunan garam dijalan-jalan desa belum terjual. Mereka menunggu padagang/ pembeli datang.

 

 

legimanmuhlis@sideks.id

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan