Pembuatan Ajir Untuk PenguatTanaman Brayo (Avicennia SP)) Dalam program Padat Karya Mangrove Dikawasan Pesisir Kabupaten Pati

Lengkong, 10 Oktoberber 2020.

Pembuatan Ajir untuk menguatkan Tanaman Brayo (Avicennia Sp) dalam Program Padat Karya Mangrove Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2020.

Desa Lengkong yang terletak dikawasan Pesisir Pantai Utara Pulau Jawa, juga terkena dampak kerusakan yang parah akibat gelombang pasang yang sangat besar mengakibatkan tanaman Mangrove banyak yang rusak.

 

warga yang ikut padat karya mengikat Ajir sekaligus menghitung jumlah yang akan dibutuhkan

Wilayah Desa Lengkong yang mempunyai pesisir pantai sepanjang hampir 1,5 km,  terkena dapak kerusakan hampir semua tanaman Mangrove, dulunya tanaman Mangrove yang sudah tumbuh subur sepanjang 1,5 km dengan lebar hampir 200 meter ke Utara sekarang tinggal beberapa batang saja yang tumbuh akibat gelombang pasang yang sangat kencang dan besar. Dengan dibuatkan Ajir supaya tanaman tidak mudah roboh kalau kena angin atau kena ombak.

 

Para wanita pun ikut andil adalm pembuatan Ajir untuk Padat Karya Mangrove

Itu tejadi pada Bulan Maret sampai bulan Agutus tahun 2019 sampai sekarang. Hal inilah yang menjadi keprihatinan Kelompok Tani Mangrove Desa Lengkong yang tergabung dalam kelompok Tani Mangrove “Alam Lestari”.  Kebetulan Tahun 2020 ada Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Mangrove Tahun 2020.

 

 

Pembuatan Ajir dari pohon bambu yang pecah kecil-kecil.
Ajir yang mau dipakai Kelompok Tani Mangrove ALAM LESTARI Desa Lengkong Kecamatan Batangan sejumlah 40.000 btg sebagai penguat tanaman brayo

Desa Lengkong termasuk Desa yang mendapat Program Padat Karya Mangrove Tahun 2020 ini. Sebelum ditanami pohon mangrove jenis Avicennia  maka sebelumnya diberi alat penahan ombak /gelombang agar tanaman yang nanti di tanam dapat hidup dengan baik dan setiap tanaman diberi penguat tanaman yang bernama Ajir terbuat dari bambu kemudian tanaman diikat tali dengan Ajir supaya kalau kena ombak atau kena angin yang kencang tidak roboh.

 

 

 

 

legimanmuhlis@sideka.id

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan