Persiapan Membuat Alat Penahan Ombak (APO) Desa Lengkong Kecamatan Batangan

 

legiman@sideka.id

Lengkong, 5 Oktober 2020.

 Desa Lengkong salah satu dari  7 Desa pesisir di  Kecamatan Batangan yang mendapatkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Mangrove Tahun 2020. Termasuk alat penahan atau pemecah ombak atau gelombang air pasang.

 

Ban bekas alat penahan gelombang

Dalam pembuatan alat pemecah ombak ini memakai ban bekas sebagai pemecah atau penahan ombak agar ombak tidak langsung menghantam pohon Mangrove, maka diberi alat  penahan gelombang terlebih dahulu agar gelombang air laut tidak langsung menghantam pohon mangrove supaya pohon mangrove dapat tumbuh baik tidak tergerus oleh ombak.

 

 

Pathok Bambu sebagai pemancang ban

Kelompok Tani Mangrove Alam Lestari Desa Lengkong Kecamatan Batangan yang menangani Program Padat Karya Penanaman Mangrove ini, bulan ini baru tahap persiapan alat-alat yang dibutuhkan dalam pembuatan alat penahan gelombang, misalnya dengan menyiapkan pathok bambu ukuran 2,5 m  sampai 3 m sebagai pemancang, ban bekas, kawat, tali dll.

Pathok dan ban bekas

Hal ini sudah direncanakan sesuai Program Padat Karya Mangrove dari BP DASHL Pemali Jratun Provinsi Jawa Tengah yang Tahun 2020 ada sekitar 29 Desa Pesisir se-Kabupaten Pati yang melaksanakan Program Padat Karya Penanaman Mangrove.

 

Material ban Bekas dan Pathok Bambu

Untuk Desa Lengkong pohon Mangrove yang di tanam jenis Avicennia sp ( api-api)/brayo, tanaman ini di pilih karena sesuai kontur tanah di pesisir pantai Desa Lengkong,  mudah tumbuh dan tanaman ini akarnya yang banyak, padat  dan mudah berkembang di pesisir Desa Lengkong.

 

 

Material di tempatkan di tempat lapang sebelum di bawa ke Laut

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan