Persiapan Membuat Alat Penahan Ombak/Gelombang Pantai Desa Lengkong Batangan

Lengkong, 2 Oktober 2020.

Desa Lengkong termasuk 29 Desa pesisir yang mendapat Program Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN ) Padat Karya Mangrove Tahun 2020. Bulan Ini tahap persiapan pembuatan Alat Penahan Ombak ( APO ) dari ban bekas,   sebelum ditanami pohon mangrove maka dibuatkan alat penahan ombak agar tanaman mangrove aman tidak hancur diterpa ombak.

Mangrove yang rusak diterjang ombak

 

Ban bekas yang dipakai untuk alat penahan ombak (APO)

Tanaman mangrove yang ditanam jenis Avicennia sp (Brayo) atau api-api. Sebab kondisi tanah di Desa Lengkong itu cocoknya dengan tanaman.

Lokasi yang mau ditanami Mangrove

 

Para aggota Kelompok tani Alam lestari mengumpukan ban bekas yang akan di buat APO

Diawali dengan pembelian barang-barang yang dibutukan dalam pembuatan alat penahan gelombang atau ombak misalnya ban bekas, bambu tunggak sebagai pathok, tali plastik dan lain-lain yang dibutuhkan dalam pembuatan penahan ombak.

Pantai yang akan ditanami mangrove melaui Padat Karya Mangrove
Kelompok Tani Alam Lestari menaikkan ban bekas kedalam mobil yang akan dipakai sebagai penahan gelombang

Hal ini dilakukan agar dalam penanaman mangrove berhasil dengan baik tumbur subur tidak ada  gangguan dari ombak, sebab pada tahun 2011 mangrove di Desa Lengkong sudah tumbuh lebat panjang 1,5 sampai 2 km , lebar ke utara sudah mencapai 200 meter namun pada tahun 2015 sampai sekarang ombak besar selalu menghancurkan mangrove yang baru ditanam dan sudah tumbuh subur.

 

Hal ini Kelompok Tani Mangrove “Alam lestari” Desa Lengkong mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi dalam hal ini Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung ( BPDAHL ) Pemali Jratun Provinsi Jawa Tengah, melalui  Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN ). Desa Lengkong mendapatkan bantuan Padat Karya Mangrove termasuk Alat Penahan Ombak ( APO) dari ban bekas.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan