Kuli Angkut Garam Rakyat Dimasa Pandemi Covid-19 Tetap Bersemangat Bekerja

Lengkong, 21 September 2020.

Berlokasi di Desa Lengkong sekelompok kuli angkut garam rakyat dari tambak petani garam di bawa ke pengepul yangg berada  di lokasi dekat permukiman warga.  Mereka membawa garam yang  yang dimasukkan dalam wadah karung/sak agar mudah dibawa  dan sangat efisien.

Kuli Angkut Garam Rakyat

Biarpun harga garam saat ini belum membaik namun para kuli angkut tidak berdampak pada harga garam, karena mereka mendapat upah berdasarkan berat dan besar kecilnya barang yang dibawa. Oleh sebab itu mereka tetap semangat bekerja mencari pelanggan yang nanti barangnya akan diangkut.

 

 

Kuli Angkut menanti Si pembeli /pengepul datang

Mereka umumnya sudah mempunyai pelanggan masing-masing petani yang garamnya mau di angkut, jadi mereka tidak saling berebut. Dimasa pandemi Covid-19 ini mereka seakan-akan tidak terpengruh adanya Covid-19 ini, mereka bilang, pokonya kalau pola hidup bersih dijalankan ya kalis penyakit kata dari salah satu kuli angkut yang bernama Marsudi.

Mereka menumpuk barang karena gudang garamnya sudah penuh

Mereka kebanyakan tidak pakai masker, karena dikasih masker katanya malah  tidak bisa bernafas, sehingga menganggu dalam pernafasan dia bilang begitu. Kita harus memberi pemahaman kepada mereka agar ada kesadaran pada mereka agar mau memakai masker.

Para kuli angkut ini membawa garam dalam karung/sak ini dalam satuangkut mereka mebawa 4-5 karung dalam satu kendaraan  bermotor yang beratnya kurang lebih 3,5 kwintal dalam  satu kali angkatan. Upah mereka tinggal mengalikan berat bawaanya sehingga tidak ada tawar menawar mengenahi biaya angkut. Sedangkan biaya angkut berdarkan berat barang dan jauh dekat barang dari lokasi tambak menuju pengepul.

Dalam satu hari rata-rata kuli angkut tidak kurang dari Rp 300.000; mereka mendapat upah dari yang punya garam, namun pola hidupnya kebanyakan boros tidak hemat dalam menggunakan keuangan, artinya pengeluaran tidak sama dengan pendapatan, sehingga dirasa sangat kurang terus.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan