Focus Group Discussion ( FGD ) Dan Soskab Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Pati Tahun 2020

Lengkong, 5 September 2020 ada kegiatan di Dinas Kelautan dan Perikanan acara Focus Group Discussion ( FGD )  dan Soskab Tahun 2020. Sebelum acara  rapat dimulai,  diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan do’a.

Kemudian dilanjutkn pengantar sambutan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati sekaligus membuka acara Soskab yang disampaikan oleh Bapak Ir.EDY MARTANTO,MM.

Dalam sambutannya selaku Kadis Kelautan dan Perikanan Kaabupaten Pati menyampaikan selamat datang kepada Direktur Jasa Kelautan Bpk Dr.Miftahul Huda,M.Si. dan Bpk Ir.Andi Rusandi,M.Si. selaku Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut.

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Dalam sambutannya yang disampaikan Kadis Kelautan dan  Perikanan Kabupaten Pati kepada Direktur Jasa Kelautan Bpk Dr. Miftahul Huda, M.Si. Bahwa di Pati para petani mengeluh karena garam dengan harga murah dan agak tersendat penjualannya. Dimana garam impor tetap merajalela dipasaran menyaingi garam rakyat.

Karena sebagai Sentra Proudksi Garam no 2 Nasional logikanya harga setabil dengan harga yang agak tinggi, tetapi harga garam turun drastis petani mengeluh untuk menutupi biaya operasinol saja tidak cukup karena saat ini harga garam untuk Kwalitas terbaik no 1 Harga Rp 300;/kg, Kwalitas terbaik no.2 Rp 250;/kg,  Kwalitas terbaik no.3 Rp 225;/kg. Tetapi ada sebagian wilayah yang harganya berkisar antara Rp 300: sampai Rp 400; . Mudah-mudahan cepat membaik keadaan ini dan harga cepat stabil dengan harga yang sesuai.

Nara Sumber Direktur Jasa Kelautan

Dilanjutkan nara sumber dari Direktur Jasa Kelautan Dr.Miftahul Huda,M.Si. Bahwa sebenarnya yang dikembangkan bukan mengejar Program Integrasi lagi mengejar kwantitas. Misal koperasi MLM ( Mutiara Laut Mandiri ) dapat mempunyai mesin sendiri  sehingga dapat mengolah bahan baku menjadi garam industri dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi.

SMelainkan mengejar kualitas  garam,  yaitu dari garam Konsumsi menjadi garam Industri yang menpunyai nilai jual tinggi, sehingga menaikan pendapatan para petani garam  dimasa pandemi Covid ini.

Sesi Tanya Jawab

Berikutnya sesi tanya jawab yang dipandu oleh Ir.Skarno selaku moderator sekaligus anggota DPRD Kabupaten Pati Komisi 4, ia juga sebagai penanya 1 mengatakan:  bahawa turunnya harga garam rakyat dipengaruhi garam impor  yang banyak kebocoran dalam pelaksanaan dilapangan.

Penanya  ke 2 dari unsur petani bapak Joko Senawi menanyakan jika harga tidak kunjung membaik dikawatirkan generasi penerus para petani garam ( pembuat garam) itu alih profesi ke perkerjaan yang lain yang lebih menjanjikan.

Jawaban Sesi Tanya Jawab

Jawaban nara sumber untuk penanya pertama: bahwa garam impor itu memang kewenangan Dinas Perdagangan/  Perindag.  Pemerintah tidak lama lagi menetapkan Harga Eceran Tertingi ( HET ),  diharapkan akhir bulun Desember ini sudah  dapat disyahkan menjadi Perpres. Direncanakan harga Kwalitas terbaik no1 harga Rp 800;/kg,  Kwalitas terbaik no2 harga Rp 550;/kg, kwalitas terbaik no3 harga Rp 350;/kg.

 

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan