Petani Garam Memakai Geoisolator ( Terpal ) Sebagai Alas Meja Garam, Hasil Panen Garam Bersih Dan Meningkat

Lengkong, 28 Juni 2020.

Petani garam di Desa Lengkong sudah hampir 90% petani garam sudah menggunakan geoisolator / geomembran / terpal hitam, hal ini dikarenakan masyarakat sudah sadar dan mengerti keunggulan geoisolator ini.

Yang pertama hasil meningkat setiap panen, kuwalitas garam bagus, kadar NaCl tinggi, efesien dari segi pekerjan, harga lebih tinggi, garam warnanya lebih putih dan bersih. Sebelum nya pada Tahun 2011 para petani garam belum dapat manerima bantuan,  sebagian besar menolak Program dari Dinas Kelautan dan Perikanan,

Hanya ada 1 Kelompok Tani garam yg menerima  Program Geoisolator itu saja baru uji coba. Namun uji coba berhasil masyarakat banyak yang melihat hasilnya meningkat ,akhirnya banyak petani garam tertarik yang ingin melaksanakan Program dari DKP itu.

Pada Tahun 2014 sejumlah 360 petani terbagi dalam 36 Kelompok  Petani garam Lengkong mengajukan bantuan Geoisolator ke Dinas Keluatan dan Perikanan Kab Pati dan akhir DKP mengabulkan permohonan bantuan akhirnya mendapatkan 826 rol/ gulung terpal,itu saja masih ada petani yang belum kebagian terpal.

Karen tau keunggulan membuat garam pakai terpal yang tidak kebagian ini dengan usaha sendiri membeli terpal ini biarpung harganya sangat mahal karena 1 rol/gulung Rp 2.650.000; .Dengan panjang 80m-100m,lebar antara 30-40m . Salah satunya P.Judi yang membeli sendiri dan yang biasa memasang kan sebagai tenaga ahlinya P Darmadi.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan